Saya bernama Almira Attaya Khairani. Saya lahir pada tanggal 3 Februari, 2009. Saya anak perempuan dari 3 bersaudara. Saya anak bontot.
Saya sangat cinta dengan dunia 2d. Saya hobi menonton anime dan membaca manhwa. Anime favorit saya adalah Shingeki No Kyojin dan Jujutsu Kaisen. Manhwa favorite saya sekarang adalah Serena, Omniscient Reader's Viewpoint, I'm Not That Kind of Talent, Trash of The Count's Family. Selain ceritanya yang menarik, artnya juga memanjakan mata. Rasanya langsung segar kalo liat kegantengan karakter karakternya.
Karakter Manhwa favorit saya adalah Kim Dokja's Company. Yaitu merupakan teman teman atau companion dari Kim Dokja. Tapi yang saya paling cintai adalah Kim Dokja, Yoo Joonghyuk, dan Han Sooyoung.
Saya sangat menyukai manhwa ORV, karena ceritanya yang sangat menonjolkan sifat dan latar belakang tokohnya dan juga alur cereitanya yang menarik. Setiap karakter di dalam cerita tersebut memiliki masa masa kelam yang memberi kesan kuat dalam pembangunan karakter mereka. Setiap karakter memiliki keinginan dan kekuatan yang membuat mereka untuk terus berjuang dalam setiap skenario. Namun jika ada satu hal yang mereka semua dambakan adalah untuk menyelamatkan Kim Dokja dari akhir skenario.
Kim Dokja merupakan protagonis dari manhwa Omniscient Reader's Viewpoint. Dia merupakan karakter yang sangat menyedihkan. Sangat tidak menghargai dirinya sendiri. Satu hal yang dia inginkan adalah untuk melihat akhir cerita dari novel favoritnya yaitu Three Ways of Survival. Dokja merupakan pembaca setia novel yang tidak populer itu dan merupakan pembaca satu satunya selama 13 tahun. Dia ingin menyelamatkan dunia karena itu adalah keinginan companionnya yaitu Joonghyuk. Sedangkan Joonghyuk ingin menyelamatkan dunianya, yaitu Kim Dokja.
Penulis dari novel TWS adalah salah satu companion Dokja yaitu Han Sooyoung. Sooyoung mendedikasikan 13 tahunnya hanya demi Kim Dokja. "Ini bukan salah Kim Dokja bahwa cerita ini terlahir." Dia tetap menulis novelnya itu meskipun tahu bahwa akan ada milyaran orang yang meninggal. Semua demi Kim Dokja. "If this story can really save you, i'll rewrite the ending over and over again for eternity."
Kim Dokja merupakan penyelamat companionnya dari trauma masa lalu mereka, namun dia juga memberi trauma baru bagi mereka. Kim Dokja, the sole reader, king of the kingless world, dan paling dikenal dengan julukan konstelasi Demon King of Salvation. Kim Dokja dalam seluruh putaran, berawal dari putaran ke 0. Dia merupakan konstelasi yang paling lemah sekaligus paling kuat, yaitu Oldest Dream. "we are companion's separated by life and death.". "Tell me you fool, if i continue to regress will i ever get to meet you again?" Dialog Joonghyuk yang paling terkenal tentang Dokja. Dia berhasil mencapai akhir skenario tanpa Dokja. Dalam kehidupannya yang ke 1864 kali, dia tetap kehilangan Dokja.
Cerita ini memang sangat menarik tapi alurnya sangat membingungkan. Karena terdapat time paradox yang sulit dipahami. Salah satunya seperti yang dikatakan dalam novel bahwa kehidupan yang dialami Dokja adalah kehidupan dalam putaran ke 3 walau sebenarnya itu merupakan putaran ke 1864. Terjadinya semua putaran ini karena hadirnya Kim Dokja sendiri, dimana dia pada putaran ke 0 yang memberikan kekuatan kepada Yoo Joonghyuk. Dia merupakan konstelasi pendukung Yoo Joonghyuk yaitu Oldest Dream. Skill Joonghyuk yaitu 'regression' diberikan olehnya. Jika diambil kesimpulan berarti cerita ini tidak bisa hadir tanpa adanya Kim Dokja. Kalau begitu bukankah Han Sooyoung sang penulis mengetahui hal ini? Seharusnya dia juga mengetahui keberadaan Kim Dokja. Tapi Kim Dokja tertulis sebagai karakter luar. Berarti dia bukan karakter dalam novel asli. Tapi tidak mungkin juga cerita ini bisa berlangsung tanpa hadirnya Dokja. Dalam novel asli Dokja pun tidak tertulis dalam episode manapun. Tapi dalam cerita ini Kim Dokjalah penyebab terjadinya semua tragedi ini. Saya tidak begitu paham time paradoxnya tapi kurang lebih begitu. Berarti kisah yang diceritakan dalam ORV merupakan kehidupan ke 1864 Yoo Joonghyuk, bukan Kim Dokja. Karakter utama dalam ceritanyalah yang bahkan tidak menyadari bahwa dia bagian dari sebuah novel. Dokja yang awalnya hanya merupakan pembaca biasa tiba tiba menjadi karakter utama sekaligus pengendali skenario sejak putaran ke 0.